www.pks-pekanbaru.org

HIFZHUL JAWARIH MINADZ DZUNUB

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
 Maksud Hifzhul Jawarih Minadz Dzunub           Al-Hifzhu berarti menjaga, memelihara. Al-Jawarih berarti bagian-bagian tubuh, yaitu anggota tubuh yang ada dalam tubuh manusia, baik yang tampak ataupun yang tidak tampak, yang ada di luar ataupun yang ada di dalam tubuh, seperti : tangan, kaki, telinga, mata, hidung, mulut, perut dan hati. Ad-Dzunub adalah dosa-dosa.          Jadi, maksud dari Hifzhul Jawarih Minadz Dzunub adalah memelihara dan menjaga anggota tubuh dari segala dosa, sehingga dirinya dapat terpelihara dari maksiat dan terhindar dari azab Allah SWT.          Manusia di ciptakan dalam keadaan sempurna dan istimewa, tidak seperti mahluk-mahluk lain seperti malaikat, jin, syaitan, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Hal ini di firmankan Allah SWT, dalam surat At-tiin ayat 4, Artinya : ”Sunguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna”.          Apa yang membuat manusia di ciptakan dalam keadaan sempurna ? paling tidak ada tiga komponen yang di berikan Allah SWT kepada manusia sehinga menjadi mahluk yang sempurna, yaitu : akal, ruh, dan jasad. Tiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan dan saling menyempurnakan. Jika salah satu hilang, maka kesempurnaan manusia akan hilang. Namun demikian kesempurnaan manusia adalah relatif. Dengan tiga komponen yang di anugrahkan Allah ini, di harapkan manusia mampu menjalankan perintah Allah dengan maksimal dan baik, bersyukur kepada yang maha pemberi, dan beribadah kepada sang khaliq.           Allah mengingatkan dalam ayat ke 5 surat At-tiin yang artinya :”Kemudian kami kembalikan mereka ketempat yang paling rendah, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, maka bagi mereka ganjaran yang tidak terbatas. Allah tidak berdusta dengan agama, bukankah Allah sebaik-baik hakim ?” Jenis-Jenis Jawarih           Al-Jawarih (anggota tubuh) adalah nikmat yang di anugerahkan Allah kepada manusia. Tanpa al-jawarih, kesempurnaan manusia akan hilang. Jika salah satu jawarih hilang, maka di anggap cacat.Al-jawarih juga merupakan amanah Allah yang harus kita pelihara dari perbuatan maksiat dan dosa.           Setiapa al-jawarih yang di miliki oleh manusia akan menjadi saksi nanti dihari kiamat. Jawarihnya akan berbicara di hadapan Allah guna memberikan kesaksian terhadap apa yang di perbuat oleh pemilik jawarih tersebut.          Allah berfirman artinya :”Pada hari itu lisan-lisan, tangan-tangan, dan kaki-kaki mereka akan menjadi saksi terhadap apa yang mereka lakukan di dunia”          Allah juga berfirman artinya:Pada hari itu kami kunci mulut-mulut mereka, tangan-tangan dan kaki mereka menjadi saksi terhadap apa yang mereka lakukan.   Adab Hifzhul Jawarih Minadz Dzunub          Adapun adab-adab menjaga al-jawarih dari dzunub adalah sebagai berikut :1. Adab Mata          Allah berfirman dalam surat An-Nur : 30-31 artinya : ” Katakanlah kepada orang-orang beriman (laki-laki)hendaknya menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, karena yang demikian itu membersihkan jiwa mereka dan sesungguhnya Allah maha mengetahui dengan apa yang mereka lakukan dan katakanlah kepada wanita perempuan hendaknya mereka menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka.”.          Memelihara mata dapat di lihat pada empat hal :1.    Mengunakannya untuk melihat pada sesuatu yang tidak di  haramkan.2.    Menggunakannya untuk melihat pada sesuatu yang tidak mengumbar nafsu.3.    Menggunakannya untuk melihat pada seorang muslim tidak dengan pandangan hina.4.    Menggunakannya untuk melihat pada seorang muslim untuk tidak membuka aib. 2. Adab Telinga          Telinga diciptakan untuk mendengarkan kalam Allah SWT, sunnah Rasulullah SAW, dan ceramah-ceramah yang dapat memberikan faedah mengenal Allah SWT, raja yang maha hidup dan pemberi nikmat yang tiada henti. Adapun telinga hendaknya di pelihara dari mendengar sesuatu yang bid’ah, ghibah, maksiat, bathil dan dari menceritakan aib orang lain. 3. Adab Lisan          Lisan diciptakan untuk memperbanyak menyebut nama Allah, berzikir kepadanya dan membaca kitab Allah, mengajak manusia pada jalan-Nya, memvisualisasikan apa yang ada dalam hati dari kebutuhan agama dan dunia. Jika lisan di gunakan bukan pada tempatnya, maka pada hakikatnya telah mengingkari nikmat Allah. Karena, lisan adalah anggota tubuh yang sangat besar manfaatnya. Manusia tidak di masukkan ke dalam neraka kecuali karena lisannya.           Rasulullah SAW bersabda :” Diriwayatkan bahwa seseorang mendapatkan syahid dalam kancah perang pada masa Rasulullah SAW, maka seseorang berkata,”Selamat baginya surga”.Rasulullah SAW bersabda”Kalian tidak mengetahui bahwa dirinya banyak berbicara sesuatu yang tidak perlu dan kikir pada orang yang membutuhkan”.Adapun adab menjaga lisan, ada lima, yaitu :1.    Menjaga lisan dari berdusta2.    Menjaga lisan pada janji.3.    Tidak ghibah.4.    Jangan berbantah-bantahan dan jidal.5.    Tidak mencela ciptaan Allah.   4. Adab Perut           Adapun perut harus dipelihara dari memakan makanan yang haram dan syubhat. Berusahalah mencari yang halal. Bagi seseorang yang telah mendapatkan harta yang halal, maka hendaknya berusaha menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Tidak memakannya hingga kekenyangan karena kekenyangan akan membuat hati keras, merusak akal, melemahkan daya ingat, membuat anggota tubuh berat untuk beribadah dan membaca al-Qur’an, meninggikan nafsu syahwat dan membuka pintu syaitan sehingga masuk kedalamnya.5. Adab Kemaluan          Kemaluan harus di pelihara dari hal-hal yang di haramkan Allah sebagaimana yang di firmankan Allah SWT, yang artinya : ” Dan mereka yang memelihara farj (kemaluannya)kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka.”          Pemeliharaan farj tidak akan bisa di raih kecuali dengan memelihara mata dari pandangan yang diharamkan, menjaga hati dari menghayal dan mengumbar syahwat, dan menjaga perut dari syubhat dan kekenyangan karena semua itu merupakan pemicu dari syahwat. 6. Adab Tangan          Adapun tangan juga harus dipelihara dari melakukan tindakan yang merugikan orang lain, seperti :memukul orang lain tanpa alasan yang dibenarkan, mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak halal, menyakiti setiap mahluk Allah, menulis sesuatu yang tidak dihalalkan, karena tulisan adalah pengganti lisan. 7. Adab Kaki          Adapun kaki harus dipelihara dari berjalan menuju yang haram dan ketempat yang diharamkan. Tidak menggunakannya untuk menendang atau melakukan kekerasan, dan berusaha untuk melangkahkannya ketempat yang halal dan dibolehkan seperti masjid, majlis ta’lim, berziarah ketempat saudaranya sesama muslim dan membantu orang lain.           Demikianlah Hifzhul Jawarih yang harus dipelihara oleh setiap muslim. Amal jawarih merupakan cerminan dari kondisi hati. Karena itu, jika seseorang ingin berhasil melakukan Hifzhul Jawarih,hendaknya memelihara hatinya agar bersih dari dosa dan kotoran. Baik dan buruknya jawarih terlihat dari kondisi hati.           Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW :”Ketahuilah dalam jasad ada segumpal darah, jika baik maka akan baik pula seluruh jasadnya, dan jika rusak, maka akan rusak pula seluruh jasadnya. Katahuilah, segumpal darah itu adalah hati.” Wallahu’alam bishowab.

 

 
You are here: Home Artikel Tausiyah HIFZHUL JAWARIH MINADZ DZUNUB