www.pks-pekanbaru.org

Buku Tamu

Wira wirawan ( Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ): SELAMAT DATANG YA......RAMADAHAN

Jangan merasa kekuasaan yang kita dapatkan itu adalah merupakan jerih payah kita, perlu kita ketahui disitu, bahwa semua yang kita dapatkan tersebut adalah atas kehendak allah, dan ingat apa yang kita capai selama ini sebenarnya adalah atas perjuangan saudara - saudara kita.....jangan pernah ada kesombongan di hati dan di raut wajah kita...dan jangan merasa kekuatan yang kita punya hari ini adalah merupakan modal kita untuk bisa membeli segala-galanya.....perhatikan saudara - saudara kita yang dekat. dan jangan ada pemisah di antara kita yang dapat menimbulkan kemarahan.....sambutlah bulan ramadhan dengan keterbukaan dan jangan pernah ada kepentingan dan kedustaan karna bulan ramadhan harus kita sambut dengan persiapan kesucian hati dan kejernihan pikiran serta keikhlasan. Marhaban ya...ramadhan............

Minggu, 01 Agustus 2010

azhar saputra ( Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya )

asalamua`laikum,wr.wb

pa saya bisa jadi anggota pks ya pak?

Minggu, 18 Juli 2010

wira wirawan ( Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ): mutarabbi

Setelah sekian tahun menikmati tarbiyah, saya pun bertanya, apakah 'sesungguhnya' saya sudah tarbiyah? Saya telah menjadi mutarabbi, memiliki murabbi, halaqah, jadwal liqa' pekanan dan aspek 'formal' lainnya. Namun, apakah saya telah berubah? Apakah saya telah memiliki kemampuan mengubah? Sejauh manakah saya telah merasakan sakitnya perubahan? Sejauh mana pula kerelaan saya untuk berubah? Atau saya tetaplah saya yang dulu; tak berubah karena tarbiyah dan tak mengubah dengan tarbiyah

Senin, 17 May 2010

wira wirawan ( Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ): profesional?

Aktualisasi Profesionalisme dalam Perspektif Islam

Dari uraian di atas, dapat disipulkan bahwa Islam adalah agama yang menekankan arti penting amal dan kerja. Islam mengajarkan bahwa kerja kerja harus dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut : 1. Bahwa pekerjaan itu harus dilakukan berdasarkan kesadaran dan pengetahuan   yang memadai. Sebagaimana firman Allah yang artinya : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya. (QS. al-Isra/17:36). 2.    Pekerjaan harus dilakukan berdasarkan keahlia. Seperti sabda Nabi : Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancuran. (Hadist Bukhari). 3.    berorientasi kepada mutu dan hasil yang baik. Dalm Islam, amal, dan kerja harus dilakukan dalam bentuk yang shalih. Sehingga makna amal shalih dapat dipahami sebagai kerja sesuai standar mutu, baik mutu dihadapan Allah maupun dihadapan manusia rekanan kerjanya. 4.    Pekerjaan itu senantiasa diawasi oleh Allah, Rasulullah, dan masyarakatnya, oleh karena itu harus dilaksanakan dengan penuh tanggunga jawab. 5.    Pekerjaan dilakukan dengan semangat dan etos kerja yang tinggi 6.    Pengupahan harus dilakukan secara tepat da sesuai dengan amal atau karya yang dihasilkannya.

Selasa, 27 April 2010

Wira Wirawan ( Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ): Taujih

Sesunguhnya medan berbicara itu tidak semudah medan berkhayal. Medan berbuat tidak semudah medan berbicara. Medan berjihad tidak semudah medan bertindak dan medan jihad yang benar tidak semudah medan jihad yang keliru.

Terkadang sebagian besar orang mudah berangan-angan namun tidak semua angan-angan yang ada dalam benaknya mampu diucapkan dengan lisan. Betapa banyak orang yang dapat berbicara namun sedikit sekali yang sanggup bekerja dan sungguh-sungguh. Dari yang sedikit itu, banyak diantaranya yang sanggup berbuat namun jarang yang mampu menghadapi rintangan-rintangan berat dalam berjihad.

(Pesan As - Syaahid Hasan Al-banna)

Jumat, 16 April 2010

ridwan ( Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ): Great

Waaah, mantab2.....

Rabu, 17 Maret 2010

Bambang Halilintar ( Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ): Pegangan Wajib Bagi Pecinta Qur'an

Yang ini adalah Pegangan Wajib bagi Para Pecinta Al Qur'an .....

Kami menyebutnya sebagai ONE STOP QUR’AN (meminjam istilah ONE STOP SHOPPING, untuk sebuah konsep belanja yang menyediakan kebutuhan dari dulu hingga hilir) karena memang konsep dasarnya adalah bahwa apabila anda ingin mempelajari Al Qur’an secara komprehensif, maka Al Qur’an Bayan inilah rujukannya.

Barangkali kita semua sudah memiliki mushaf al qur’an di rumah-rumah kita masing-masing, tetapi ketika ingin mengetahui Asbabun Nuzulnya maka kita harus mencari lagi di kitab yang lain. Atau kita ingin mengetahui kaidah Tajwidnya, maka kita perlu buka lagi kitab yang lain lagi. Belum lagi kalau kita ingin melihat indeks ayat al qur’an untuk memudahkan pencarian ayat-ayat tertentu dalam Al Qur’an, kita masih harus membuka lagi kitab yang lainnya lagi.

Semua itu insya Allah tidak akan anda dapati lagi dengan Al Qur’an Bayan ini. Karena dalam 1 unit mushaf ini sudah mencakup beberapa kelebihan-kelebihan berikut yang tidak dimiliki mushaf yang lain.

1. Munasabah Suroh.

2. Munasabah Kelompok Ayat.

3. Hadits-hadits Berkaitan.

4. Asbabun Nuzul.

5. Mutiara Ayat.

6. Terjemahan Bahasa Indonesia.

7. Untaian Hikmah.

8. Tanda Tajwid Al Qur’an.

9. Indeks Ayat Al Qur’an.

10. Dalil-dalil Keutamaan Membaca Al Qur’an.

11. Ketentuan Hukum Tajwid

12. Kumpulan ayat-ayat tentang perempuan dan keluarga

 

BUKAN SEKEDAR TEROBOSAN BARU

Kehadiran Al Qur’an Bayan tidak sekedar terobosan baru dalam dunia permushafan, tetapi juga diharapkan bisa menjadi referensi khusus untuk para penceramah-penceramah atau untuk acara kultum di setiap jeda kegiatan shalat jamah, sholat tarawih ataupun yang lainnya.

Al Qur’an Bayan juga bukanlah Al Qur’an biasa. Kalau diibaratkan sebuah sajian makanan maka Al Qur’an Bayan adalah sajian yang s

Senin, 15 Maret 2010

Title:
Name:
E-mail:
Content:
Image Verification: Captcha Image Reload Image
   
 

 

Tampilan # 
You are here: Home Buku Tamu